Survei Identifikasi dan Verifikasi Kerusakan Lahan Pascabanjir di Aceh Tamiang
Survei Identifikasi dan Verifikasi Kerusakan Lahan Pascabanjir di Aceh Tamiang, Percepat Rehabilitasi Sawah
Aceh Tamiang – Pemerintah terus bergerak cepat memulihkan sektor pertanian pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Rabu, 25 Februari 2026, dilaksanakan kegiatan Survei Identifikasi dan Verifikasi Tingkat Kerusakan Lahan akibat Bencana Banjir sebagai langkah awal percepatan rehabilitasi sawah terdampak.
Kegiatan ini melibatkan BRMP Ruminansia Kecil (PJ Swasembada Aceh Timur), Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tamiang, tim teknis dari Universitas Malikussaleh, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang selama ini mendampingi petani di wilayah terdampak. Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk memastikan proses identifikasi dan verifikasi berjalan objektif, akurat, dan tepat sasaran.
Dalam survei tersebut, tim melakukan identifikasi dan verifikasi usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk program rehabilitasi sawah dengan kategori kerusakan sedang. Verifikasi dilakukan melalui peninjauan langsung kondisi lahan, pengukuran luasan terdampak, serta dialog bersama petani guna menggali informasi mengenai dampak banjir terhadap produktivitas lahan.
Banjir yang terjadi sebelumnya menyebabkan sedimentasi, gangguan struktur tanah, serta kerusakan pada saluran irigasi di sejumlah titik persawahan. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi tahapan krusial dalam menentukan langkah teknis rehabilitasi agar proses pemulihan dapat segera dilaksanakan.
Selain pendataan, tim teknis juga memberikan arahan singkat kepada petani terkait penanganan awal lahan pascabanjir, termasuk pengelolaan endapan lumpur, perbaikan drainase, dan persiapan olah tanah sebelum masa tanam berikutnya. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan dan mendukung percepatan penanaman padi di area terdampak.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan penyuluh, kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemerintah optimistis, dengan pendampingan yang tepat dan berbasis data lapangan, lahan sawah di Aceh Tamiang dapat kembali produktif dan petani dapat segera bangkit pascabencana.